Beranda > Organisasi > Efektivitas Sebuah Organisasi

Efektivitas Sebuah Organisasi

Salah satu faktor yang berkaitan dengan keberhasilan suatu organisasi adalah kemampuannya untuk mengukur seberapa baik semua komponen organisasi bekerja dan menggunakan informasi guna memastikan bahwa pelaksanaannya memenuhi standar sekarang dan meningkat sepanjang waktu. Penilaian kerja (performance appraisal) adalah proses bagaimana organisasi mengevalusi pelaksanaan kerja individu. Dalam penilainan ini adalah apa konstribusi komponen yang dinilai kepada organisasi selama preiode waktu tertentu. Di dalam organisasi modern, penilaian kerja memberikan mekanisme penting bagi manajemen untuk digunakan dalam menjelaskan tujuan-tujuan dan standar-standar kinerja dan memotivasi kinerja individu di waktu berikutnya. Penilainan kinerja memberikan basis bagi keputusan-keputusan yang mempengaruhi gaji, promosi, pemberhentian, pelatihan, transfer dan kondisi-kondisi kepegawaian lainnya. Penilaian kerja pada organisasi berdasarkan prosedur yang sistematik dimana kinerja sesunggunhnya dari semua karyawan manjerial, profesional, teknis, penjualan dan klerikal (pekerjaan di bagian administrasi) dinilai secara formal. Penilain kerja sebuah organisasi difokuskan kepada tingkat kepemimpinan dan sistem manajerial yang diterapkan oleh Pimpinan Organisasi.

Faktor yang mempengaruhi penilain kerja tingkat pimpinan ini adalah sebagai berikut :  Karakteristik situasi  Deskrtipsi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan dan standar pekerjaan  Tujuan-tujuan penilaian kinerja  Sikap Disamping itu lingkungan dan organisasi mempengaruhi pelaksanaan penilaian kerja di dalam organisasi. Lingkungan menempatkan tuntutan-tuntutan organisasi dan karyawan terhadap produktivitas. Karena lingkungan menjadi kian kompetitif atau terjadinya perubahan teknolagi, pemastian kinerja yang unggul menjadi hal yang penting. Engaruh lingkungan tersebut akan muncul dari luar organisasi dan dari dalam organisasi. Tantangan dari luar Setiap keputusan mengenai pemanfaatan sumberdaya hendaknya memperhitungkan setiap faktor lingkungan luar. Karena itu tidak ada pilihan lain bagi para pimpinan selain mengantisipasi secara proaktif perubahan lingkungan yang memberikan tantangan-tantangan baru. Faktor-faktor lingkungan eksternal yang melahirkan tantangan baru itu akan menekan tingkat penyesuaian karyawan pada eselon yang sangat rendah, sehingga karyawan tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya tingkat pengetahuan karyawan menjadi tidak terpakai lagi, artinya mereka tidak dapat menerima wawasan baru dan kecenderungan baru, dan akhirya mandek pada tahap yang sukar dapat diikuti perkembangan zaman. Tantangan dari dalam Tujuan organisasi adalah rujukan keberhasilan organisasi sudah seharusnya menjadi kiat setiap pimpinan. Namun dalam prakteknya sering setiap pimpinan mengejar target sendiri-sendiri, tanpa mau mengingat kepentingan manajer lain, sehingga tujuan organisasi menjadi taruhan, pimpinan puncak seharusnya dapat mengingatkan setiap anggota direksi bahwa berhasilnya organisasi bukan berhasilnya dari departement masing-masing, atau suksesnya bidang masing-masing, namun berhasilnya atau tercapainya tujuan organisasi. Itulah sebabnya tantangan yang paling depan (yang mungkin tidak akan diperkirakan dari mana datangnya) adalah dari lingkungan manajemen sendiri, dimana kepentingan personalia sering tidak menjadi perhatian yang seimbang antar anggota manajemen.Sifat organisasi itu sering menjadi tantangan yang tidak mudah diatasi. Yang termasuk dalam katagori ini, adalah pelaku yaitu orang-orangnya, tujuan organisasi itu sendiri, struktur organisasi, teknologi yang diterapkan oleh organisasi, peralatan atau sarana-prasarana yang dipakai, kebijakan yang dituangkan dalam berbagai ketentuan, nilai dan norma serta umur dari organisasi, perserikatan dari karyawan, keberhasilan pada masa lalu, keberhasilan sebagai prestasi organisasi, dan bahkan termasuk kegagalannya. Organisasi akan efektif sebaiknya manajemen yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Sebelum mengambil keputusan terlebih dahulu mempelajari setiap permasalahan dengan hati-hati dan tegas dalam impementasinya. Mengangkat karyawan berdasarkan kemampuan dan prestasi yang dimiliki. 2. Pola perekrutan karyawan yang dilakukan didasarkan kepada kemampuan dan kejujuran (dapat dipercaya) ini dapat kita lihat dari banyaknya saudara-saudara dari kalangan dalam yang diterima walaupun gagal dalam test. 3. Tidak terlalu terlibat dalam hal kegiatan yang sifatnya rutinitas. Bersama-sama dengan pimpinan lainnya melakukan perencanaan anggaran. 4. Untuk meningkatkan profesionalisme karyawan diadakan kursus/diklat. Diberikannya kesempatan kepada para karyawan untuk mangambil kursus manajemen secara intensif disuatu sekolah manajemen yang bergengsi sehingga mereka dapat berbicara dengan bahasa manajemen yang sama. 5. Melakukan pengawasan dengan mempelajari setiap pelaporan setiap hari. Perakteknya selama ini yang terjadi dalam memimpin organisasi menerapkan pola kepemimpinan yang otoriter dimana semua keputusan dalam segala jenis, termasuk administrasi, keuangan dan pemasaran, sampai meneliti tugas yang terkecil pun melalui pimpinan. Pada saat beban kerja makin berat sedangkan pimpinan tidak mampu lagi menjalankan fungsinya karena dimakan usia, baru terasa tekanan dalam pengelolaan organisasi. Ini disebabkan karena para karyawan tidak terbiasa bertindak sendiri, dalam hal ini pimpinan tidak mendelegasikan pekerjaan kepada mereka. Penerapan gaya kepemimpinan demokrasi yang luas kepada karyawan dalam pengambilan keputusan selalu diserahkan sepenuhnya tanpa melakukan pengawasan. Pengangkatan karyawan berdasarkan nepotisme dalam hal ini mengangkat teman sendiri tanpa mengetahui kualitas dan perilakunya. Pola perekrutan karyawan yang dilakukan pimpinan hanya didasarkan kepada kemampuan intelektual dan kurang memperhatikan segi kejujuran dan kemampuan mengikuti pola/prosedur standard pelaksanaan kerja dan system pelaporan untuk memantau hasil kerja dari tiap-tiap divisi, Sering melakukan perubahan sistem manajemen organisasi berdasarkan kemaun pimpinan puncak. Rekomendasi yang dapat di kemukakan didalam efektivitas sebuah organisasi dan upaya yang harus dilakukan sehingga organisasi tesebut tetap eksis kedepan adalah sebagai berikut : a. Adanya Perencanaan sumberdaya manusia dalam organisasi berupa penarikan kebutuhan, proses seleksi (memilih orang yang spesifik kebutuhan), pengembangan para karyawan, penempatan karyawan. Didalam perekrutan karyawan harus didasarkan kepada kemampuan dan kejujuran (dapat dipercaya). b. Demokrasi perlu ditingkatkan didalam pengambilan keputusan dalam arti apabila mengambil keputusan terlebih dahulu c. dimusyawarahkan/dikoordinasikan diantara pimpinan-pimpinan menengah dengan pimpinan atas. d. Pemimpin dalam meningkatkan semangat kerja dan kinerja pegawai haruslah dapat membedakan mana yang urusan pribadi dan urusan pekerjaan (kantor), sehingga pemimpin dapat memberikan motivasi untuk kebijaksanaannya dalam pengembangan sumber daya manusia dalam organisasi. Dalam arti kata, pemimpin dapat meningkatkan efsinsi, efektiitas dan produktiitas dari semangat kerja dan kinerja pegawai dalam mewjudkan tujuan yang diinginkan dari pemimpin suatu organisasi. d. Perlunya ide-ide kreatif yang datang baik dari karyawan sendiri maupun dari pimpinan. e. Diusahakan sedapat mungkin jangan terlalu sering mengadakan perubahan-perubahan terhadap system kerja sehingga tidak membingungkan para karyawan. f. Perlunya diberikan penghargaan kepada para karyawan yang berprestasi baik itu berupa insentif maupun promosi jabatan. g. Manusia (karyawan) selalu beperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi, karena manusia menjadi perencana, pelaku, dan penentu tercapainya suatu organisasi. Tujuan organisasi tersebut tidak mungkin tercapai tanpa peran manusia, arti kata faktor manusia tetap akan sangat menentukan (memanusiakan manusia). Sehingga perlu adanya pendidikan dan latihan merupakan salah satu faktor yang penting dalam pengembangan karyawan. Pendidikan dan latihan tidak saja menambah pengetahuan, akan tetapi juga meningkatkan keterampilan kerja dengan demikian juga meningkatkan produktivitas kerja. h. Semangat kerja karyawan merupakan bagian penting dari manajemen personalia dalam rangka pencapaian tujuan organisasi dan tujuan karyawan itu sendiri. Semangat kerja yang menurun akan mempengaruhi produktivitas kerja dan kelangsungan hidup perusahaan. Adapun sebab-sebab menurunnya semangat kerja karyawan antara lain: i. Upah yang terlalu rendah j. Insentif yang kurang terarah k. Lingkungan kerja yang kurang baik, dan sebagainya. Disamping itu perilaku juga mempengaruhi efektivitas sebuah organisasi. Perilaku ini meliputi antara lain; keja sama, tindakan-tindakan protektif, gagasan konstributif, pelatihan diri, sikap-sikap yang menguntungkan. Karakteristik organisasi juga mempengaruhi evaluasi kinerja. Struktur organisasi menentukan siapa yang memiliki tanggungjawab atas penilaian. Dalam struktur yang menghargai rantai komando, individu sendirilah yang melaksankan penilaian. Iklim organisasional-lingkungan internal organisasi meliputi komunikasi, imbalan, kepemimpinan, dan proses penentuan tujuan.

Kategori:Organisasi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: