Beranda > Puisi > Taubat

Taubat

ibuan kilo aku berjalan
Merentas sawah, belukar dan hutan
Membelah ngarai, gunung dan lautan
Toh, tak juga kutemui bayang-MU
Padahal, dulu kau dekat sekali denganku
Selalu bergayut dalam mimpi, hati dan mataku
Sampai ku sadari di suatu waktu
Tak ada lagi KAU, bahkan di denyut nadiku
Ku mencari ke sana sini
Ku mencari di sepanjang sisi
Ku mencari di keping-keping mimpi
Tetap saja aku sendiri
Bagaimana tidak aku tersandung, tertatih-tatih di sepanjang hari?
Bagaimana tidak aku tergagu, mengeja aksara terbata-bata?
Sedangkan dingin dan gelap bertahta bagai raja
Berhari-hari mengungkungku dalam gelisah
Hingga rasa percaya pun musnah tak lagi bersisa
Dengan apa aku harus menyeru-MU lagi?
Dengan apa aku harus meminta-MU kembali ke sisi?
Karena murka telah membuatmu lari
Dan meninggalkanku bersama sisa angkuh yang tlah terkuliti
Aku ingin kembali

Seperti dulu
Dekat dengan-Mu
Memancarkan hangat di kalbu
Memberikan tenang dalam doaku
Melenakan jiwa dan dzikir asma-MU
Tapi bagaimana mungkin?
Sedangkan untuk mencari-MU pun aku tak tahu
Kemana langkah harus tertuju
Tuhanku, meski ini untuk kesekian kali
Meski ini harus berulang lagi
Dari kemarin, kemarin ataupun esok hari
Aku takkan pernah letih untuk mengais iba hati
Yang ku tahu, masih cukup banyak KAU sisakan untukku
Meskipun KAU tahu, aku selalu menyakiti harapan-MU.

Kategori:Puisi
  1. 14 April 2014 pukul 9:21 am

    Thanks for sharing such a pleasant thought, piece
    of writing is fastidious, thats why i have read it completely

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: